Semangat di Tahun Baru
15 February 2015
Edit
RAKA DAN RAI
Semangat di Tahun Baru
Hari
ini, Raka dan Rai terlihat sangat bahagia. Mereka berkumpul bersama ayah dan
ibu di rumah.
“Anak-anak,
besok akan berganti tahun. Kita harus berusaha menjadi lebih baik dari tahun
sebelumnya,”ucap ayah saat menikmati kue dan teh hangat buatan ibu sore itu.
“Apa
yang udah kalian persiapkan untuk menyambut tahun yang baru?” tanya ayah pada
kedua anaknya.
“Kita
udah siapin terompet! Agar tahun baru jadi tambah seru!” jawab Rai sambil
membawa terompet yang dibuatnya sendiri di sekolah.
“Ayah,
kalau tahun baru, Raka pengen punya baju baru dong... biar menyambut tahun
barunya jadi semangat kalau pakai baju baru...!” pinta Raka pada ayahnya
sedikit memaksa.
“Emang
kalau tahun baru, semuanya juga harus baru, gitu?” tanya ibu.
Raka
dan Rai terlihat berpikir sebelum menjawab pertanyaan dari ibu.
“Iya
dong Bu, kan tahun baru, baju baru, sepatu baru, tas baru, dan... pokoknya
semuanya baru deh....!” jawab Raka, berharap ibu menyetujui ucapannya. Rai
mengangguk-angguk tanda setuju dengan kakaknya.
“Hmm,
kalau gitu, enak dong! Apalagi kalau tahun barunya tiap hari ya? Semuanya bisa
baru...!” ucap ibu menanggapi ucapan Rai. Sementara itu, Raka dan Rai hanya
tersenyum.
“Ya,
semuanya boleh baru, tapi makna tahun baru bukan hanya itu aja sayang,” jelas ayah.
“Tahun
baru, berarti kita masuk pada semangat yang baru. Semangat untuk menjadi lebih
baik daripada tahun sebelumnya,” tambahnya.
“Nah,
kalian juga harus punya semangat yang baru. Semangat mejadi anak-anak yang
shaleh, cerdas, dan jadikan tahun baru ini sebagai perubahan awal hari baru
kalian, siap?!” ucap ibu. Raka dan Rai saling berpandangan dan tersenyum karena
sekarang mereka paham tentang makna tahun baru itu.
“Siap...!!!”
jawab mereka serempak.
Setelah
mendengar penjelasan dari ayah ibunya, Raka dan Rai menjadi tambah semangat
untuk menyambut tahun baru di esok hari.
Malamnya
usai shalat, bersama ayah dan ibu mereka mempersiapkan penyambutan tahun baru,
bukan dengan terompet atau petasan yang bisa membuat orang lain terganggu,
tetapi dengan berdo’a memohon ampunan atas kesalahan-kesalahan yang dilakukan
tahun lalu dan memohon agar diberi kebahagiaan di tahun baru.
Saat
tahun baru tiba, Raka dan Rai begitu semangat menyambut kedatangannya. Mereka
tidak lagi merengek-rengek minta dibelikan baju baru, karena kini mereka sudah
mengerti bahwa yang harus diperbaharui adalah semangat mereka untuk meraih
cita-cita setinggi langit.
Tapi,
ternyata ayah dan ibu sudah mempersiapkan kejutan untuk mereka.
“Sebuah
sepatu baru! Supaya kalian bisa melangkah menuju masa depan dengan semangat
baru!” ucap ayah sambil memberikan hadiah kepada Raka dan Rai.
“Anak-anak,
ini hadiah dari ayah dan ibu, karena kalian udah punya semangat yang tinggi!”
tambah ibu.
Betapa
bahagianya Raka dan Rai. Tahun baru merupakan kado terindah untuk mereka.
“Semangat!”
(Deska Pratiwi)