Anda Pengunjung ke-

Nikmat di Tengah Panas

RAKA DAN RAI

Nikmat di Tengah Panas

            Saat mereka sedang asyik ngobrol, tiba-tiba ibu datang.
            “Eh, anak-anak ibu sudah pulang rupanya…” sambut ibu menghampiri mereka.
            “Baru datang kok, Bu… kita capek banget, makanya istirahat dulu di sini,” ucap Raka sambil mencium tangan ibunya diikuti Rai.
            “Bagaimana sekolah kalian hari ini?” Tanya ibu yang ikut duduk di teras rumah bersama anak-anak.
            “Tadi ada ulangan matematika di kelas Raka, soal-soalnya lumayan sulit Bu, tapi Alhamdulillah Raka bisa mengerjakannya,” jelas Raka.
            “Kalau di sekolah Rai, tadi belajar mengenal benda-benda langit Bu, seperti matahari, bulan, dan bumi yang kita tempati sekarang!” tambah Rai penuh semangat. Siang itu, mereka menceritakan semua pengalaman mereka selama di sekolah dan Ibu mendengarkan cerita anak-anak dengan seksama dan tertawa bersama saat ada cerita lucu dari mereka.
            “Ya, kalian memang anak-anak ibu yang pintar, karena kalian sudah belajar dengan baik, sekarang ibu akan membuat jus buah yang segar buat kalian!” ucap ibu yang disambut gembira oleh Raka dan Rai.
            “Horee…!” seru mereka besamaan.
“Tapi sebelumnya, ganti baju dulu, terus jangan lupa cuci tangan dan kaki ya!” ibu mengingatkan dan anak-anak pun mengangguk tanda akan mengikuti ucapan ibunya. Akhirnya setelah istirahat sejenak di teras, mereka pun masuk ke rumah.
            “Siang-siang begini memang enak minum yang seger-seger ya!” ucap Raka sebelum masuk ke kamar untuk berganti pakaian.
            “Ayo, siapa yang cepat, dia boleh makan duluan…!” seru ibu dari dapur. Serentak setelah berganti pakaian dan mencuci tangan dan kaki, Raka dan Rai pun menghampiri makanan dan minuman yang sudah disediakan ibunya.
            “Terima kasih ya Bu, sudah membuat makanan dan minuman lezat untuk kita,” ucap Raka sambil melahap makanannya.
            “Iya, kalian juga harus banyak bersyukur pada Allah, karena Allah-lah yang telah memberikan rezeki sehingga saat ini kita masih bisa merasakan kenikmatan di tengah panas seperti ini,” jelas ibu.
            “Alhamdulillah… Betul ya, di tengah panas seperti ini, kita bisa merasakan segarnya jus buah buatan ibu, nikmatnya…” seru Rai sambil menyeruput jus buahnya.
            “Tuh kan, benar kata Raka juga, kenapa siang itu harus ada matahari, sebab kita akan merasakan segarnya jus buah saat panas matahari datang, kalau cuacanya dingin, pasti minum jus buahnya tidak akan senikmat ini…” tambah Raka.
Mendengar ucapan anak-anaknya, ibu tersenyum, “Iya Nak, kalian harus pintar mengambil hikmah dalam setiap keadaan apapun yang kalian alami, seperti saat ini, kalian sudah mengetahui hikmah di balik penciptaan matahari bahwa di tengah panas siang ini ada nikmat yang kita rasakan.”

           

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel